Mau ke Tambora harus Lewat Afrika

12524429_957368634311603_4578307605614980314_nBagian kedua dari seri tulisan Memfasilitasi Refleksi Kinerja Indonesia Mengajar: Lima Hari Perjalanan SOLIDARITAS di Kabupaten Bima

Agenda hari pertama kami adalah mengunjungi Kecamatan Tambora, sebuah kecamatan paling jauh dari pusat Kabupaten Bima. Indonesia Mengajar (IM) menempatkan beberapa orang pengajar muda di kecamatan ini.

Entah berapa kilometer persisnya jarak pusat kota Kabupaten Bima ke Kecamatan Tambora. Tapi Anda perlu waktu 5-6 jam perjalanan untuk bisa mencapai kecamatan ini. Secara geografis, agak menarik bahwa untuk sampai ke Tambora Anda harus terlebih dahulu melewati Kabupaten Dompu.

Tapi jangan gundah dengan lamanya waktu. Hampir separuh waktu perjalanan, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan savana yang hijau dan hijau dengan latar belakang Gunung Tambora, gerombolan sapi, kerbau, dan kuda yang digembalakan secara liar. Sementara jalanan mulus, sepi, dan nyaris tak ada pemukiman penduduk.

Fadli, salah seorang pengajar IM, benar ketika dia bilang “letih akan terbayar di perjalanan”. Hambaran savana ini konon menawarkan eksotisme Afrika. Mama Dara, “ibu” para pengajar muda di Tambora bilang, “Savana itu kelihatan lebih seksi kalau musim kemarau. Ilalang, rumput dan pohon meranggas cokelat kehijauan berpadu dengan hamparan batu-batu vulkanik yang kehitaman sisa-sisa letusan Gunung Tambora ratusan tahun yang lalu”.

Sayang sekali kami tak bisa mengabadikan keindahan ini. Hari sudah gelap ketika mobil kami tiba di tengah padang.